Telaah Akad Pembiayaan Murabahah Di Bait At-Tamwil Hidayatullah Umat Mandiri Di Balikpapan
Keywords:
baiul amanah, lembaga keuangan syariah, hidayatullahAbstract
Akad murabahah adalah transaksi jual-beli barang seharga perolehan ditambah keuntungan yang telah disepakati dengan memberitahukan harga awal ke nasabah.. Posisi pembiayaan murabahah lebih di minati oleh nasabah dibandingkan dengan pembiayaan yang lainnya. Bait at-Tamwil Hidayatullah Umat Mandiri adalah salah satu LKS non Bank yang menggunakan akad murabahah di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah yang terletak di Balikpapan RT.23 No.36 Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan. Dalam praktiknya terjadi kesenjangan dengan Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/VI/2000 tentang murabahah jika Bank/BMT hendak mewakilkan pembelian suatu barang ke nasabah agar membelikan barang suatu ke pihak ketiga, maka akad murabahah dilaksanakan setelah barang tersebut secara sah milik Bank/BMT. Sedangkan realitanya proses pelaksanaan murabahah di BTH ini berbeda dengan fatwa DSN di mana yang membeli barang adalah nasabah sendiri tanpa adanya akad perwakilan terlebih dahulu serta tidak menyerahkan barang tersebut ke pihak BTH untuk melakukan akad murabahah setelah barang menjadi milik BTH. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, bahwa proses murabahah di BTH yaitu, Nasabah datang ke kantor BTH mengajukan pembiayaan murabahah . Dengan membawa jaminan setelah BTH menyetujui barulah BTH memberikan pembiayaan kepada nasabah. Kemudian nasabah membeli barang atas nama nasabah sendiri bukan atas nama BTH Kesimpulannya, pembiayaan murabahah yang ada di Bait at-Tamwil Hidayatullah Balikpapan merupakan akad murabahah lil amir bis syira’ yang di bolehkan oleh ulama. Adapun jika BTH hendak menyuruh nasabah yang menjadi wakilnya dalam pembelian barang maka haruslah ada akad wakalah terlebih dahulu setelah barang secara jadi milik BTH barulah melakukan akad murabahah.
