Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls Jurnal Ulumul Syari Jurnal Ilmu Hukum & Syariah LPPM STIS Hidayatullah LPPM STIS Hidayatullah en-US Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah 2086-0498 Penerimaan Anak Terhadap Poligami Ayahnya di Balikpapan https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls/article/view/135 <p>Polygamy can have a psychological and sociological impact, both on wives and children. This study focuses on the acceptance of children to their father's polygamy. Researchers used a qualitative approach by selecting case studies. Research with case studies, looks at a problem or case from many data sources. It is hoped that the data will reveal the responses of four respondents in Balikpapan to their father's polygamy. The results showed that the respondents had no direct or indirect rejection. It is evident from the maintained communication relationship with his father, mother and new mother. But according to the other side, the four respondents were very careful in their behavior, so that something was played out so as not to disappoint their father and mother.</p> Paryadi Paryadi Copyright (c) 2022 Ulumul Syar'i 2022-05-11 2022-05-11 10 2 1 16 10.52051/ulumulsyari.v10i2.135 Pengalihan Sebagian Gaji Tenaga Pendidik Sebagai Voucher Belanja di Sakinah Mart Pada Masa Pandemi Covid-19 https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls/article/view/139 <p>In the ijarah transaction (wages) there are conditions that must be met, including the<br />willingness between the two parties (mu'jir and musta'jir). However, in the case of<br />this study, the researcher found several respondents who objected or were not willing<br />when their salaries had to be transferred. After the researchers studied this case, the<br />researcher concluded that the root of the problem so that the educators objected was<br />due to the uneven notification of transfers to educators and the high cost of some<br />goods at Sakinah Mart.</p> Ahmad Taufan Ahmad Rifai Copyright (c) 2022 Ulumul Syar'i 2022-05-11 2022-05-11 10 2 17 28 10.52051/ulumulsyari.v10i2.139 Tafsir Tematik Tentang Ibadah Kurban (Studi Surat Al-Hajj: 36) https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls/article/view/141 <p>Ibadah kurban merupakan ritual penyembelihan binatang berupa unta, sapi kambing dan lembu yang dilakukan setiap tahun oleh umat Islam pada tanggal sepuluh Zul Hijjah (hari raya eidul Adha) hingga hari tasyrik. &nbsp;&nbsp;Menyembelih hewan kurban merupakan ibadah yang sangat mulia, ibadah ini sudah menjadi syariat bagi setiap umat terdahulu. Kita selaku umat Muhammad ﷺ sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah ini. Secara formalistik, ibadah kurban pertama kali dilakukan oleh nabi Ibrahim alaihis salam, bahkan ibadah kurban pernah dilakukan di masa Adam alaihis salam. Kita sebagai umat terakhir diperintah untuk mengikuti syariat umat terdahulu, yaitu syariat&nbsp; Ibrahim alaihis salam. Di antara ayat al-Qur’an yang berbicara tentang kurban adalah surat al-Hajj [22]: 36. Pada ayat tersebut menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan syiar Allah ﷻ&nbsp; dimana umat Islam dianjurkan untuk melaksanakannya sebagai&nbsp; wujud kesyukuran kepada-Nya. Ayat ini terdapat beberapa persoalan hukum. Diantaranya adalah kriteria hewan yang&nbsp; akan disembelih, hukum mambaca basmalah, waktu penyembelihan hewan kurban serta pendistribusian&nbsp; daging kurban. Mengenai persoalan hukum tentang ayat di atas, terdapat varian pendapat dikalangan ulama, baik dari ulama tafsir&nbsp; maupun ulama fikih. Ayat tersebut&nbsp; hingga saat ini terus menjadi sepirit bagi umat Islam&nbsp; khususnya masyrakat Indonesia walaupun terrtimpa musiabah pandemi covid 19 mereka tetap menjalankan.&nbsp; Hal ini dilakukan&nbsp; sebagai pengagungaan kepada Allah ﷻ&nbsp; dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.&nbsp;</p> Kusnadi Kusnadi Copyright (c) 2022 Ulumul Syar'i 2022-05-11 2022-05-11 10 2 29 43 10.52051/ulumulsyari.v10i2.141 Keutuhan Pasutri yang Salah Satunya Tunanetra https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls/article/view/142 <p>Pernikahan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai pasangan suami istri (pasutri) dengan tujuan membentuk rumah tangga Bahagia yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang telah dikaruniai akal dan pikiran yang pada umumnya manusia terlahir secara sempurna baik dari segi fisik maupun akal dan pikirannya. Namun adakalanya manusia terlahir dengan tidak sempurna atau cacat fisik. Baik terjadi bawaan sejak lahir atau dikarenakan kecelakaan. Dalam penelitian ini penyandang tunanetra yang dianggap tidak sempurna secara fisik memiliki tantangan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Dalam hal ini tentu untuk menjaga keutuhan rumah tangga sangat membutuhkan perjuangan yang besar dan usaha yang keras serta ikhlas. Oleh karena itu permasalahan yang diangkat dalam jurnal ini adalah bagaimana cara mempertahankan keutuhan pasutri yang salah satu pasangannya menderita tunanetra, dan bagaimana sikap Islam terhadap keutuhan pasutri dengan salah satu pasanganya menderita tunanetra. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat studi kasus yang diuraikan secara deskriktif dengan metode pangambilan data dari wawancara dan observasi. Data diolah dengan teknik editing, klasifikasi, kemudian dianalisa dan disimpulkan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa upaya dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga adalah harus saling memiliki kemitraan antara suami dan istri, saling mendukung dan saling memahami antara suami dan istri. Tinjauan hukum Islam terhadap upaya suami istri yang pasangannya menderita tunanetra disebut dalam salah satu dari lima <em>Maqasid al-syari’ah </em>dalam kaitannya dengan pernikahan adalah memelihara agama maka dalam hal ini pasangan tersebut diuji keimanannya melalui pasangannya penyandang tunanetra. Kemudian seberapa kuat kelurga itu dalam meyakini agamanya dan seberapa besar kesabaran dalam menjaga keutuhan rumah tangganya.</p> Haurul Andri Hendra Ani Iswiyanto Copyright (c) 2022 Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah 2022-05-11 2022-05-11 10 2 44 62 10.52051/ulumulsyari.v10i2.142 Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) Syariah Di Kota Balikpapan https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/uls/article/view/137 <p>Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan yang begitu penting dalam mendorong tingkat perkembangan ekonomi di Indonesia. Keberadaan UMKM mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi yang luas pada masyarakat, dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam mewujudkan stabilitas ekonomi. Kehadiran UMKM Syariah sebagai tuntutan dari masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, di mana memerlukan suatu&nbsp; ekonomi&nbsp; yang&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; nilai-nilai&nbsp; Islam. Maka, pemberdayaan pada UMKM Syariah mutlak harus dilakukan.</p> <p>Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana upaya Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan dalam pemberdayaan UMKM Syariah dan mengetahui unsur pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pemberdayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Unit analisa dalam penelitian ini adalah Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab terkait UMKM dan pelaku UMKM di Kota Balikpapan</p> <p>Hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa upaya Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan dalam pemberdayaan UMKM Syariah masih bersifat umum. Terdiri dari Program Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia, Program Bantuan Pemasaran, Program Bantuan Permodalan, Program Peningkatan Penggunaan Teknologi dan Program Kemudahan Perizinan. Adapun unsur pendukung dalam pelaksanaan pemberdayaan yakni kebijakan pemerintah dan sarana prasana, dan unsur penghambat&nbsp; yang dihadapi yakni sumber daya manusia dan modal yang bebas dari riba</p> Sukman Sukman Copyright (c) 2022 Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah 2020-01-22 2020-01-22 10 2 63 83 10.52051/ulumulsyari.v10i2.137