https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/issue/feed Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam 2021-01-30T23:28:58+00:00 Open Journal Systems <p>Jurnal ats-Tsarwa merupakan jurnal publikasi karya ilmiah mahasiswa maupun dosen program studi Hukum Ekonomi Syariah STIS Hidayatullah Balikpapan</p> https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/article/view/100 Praktik Jual Beli Murabahah Pada Masyarakat 2021-01-30T10:03:20+00:00 Nur Afiah Afiahgreen@gmail.com Haerudin haerudin22@gmail.com Nauratun Nahdhah naura11@gmail.com Haeruninisa Haeruninisa Haeruninisa458@gmail.com <p>Penerapan ekonomi syariah di Indonesia ini semakin marak dan semakin dikenal oleh masyarakat. Ekonomi syariah merupakan alternative yang dapat dipilih oleh masyarakat yang menginginkan setiap muamalah yang dilakukan bebas dari unsur-unsur yang dilarang agama Islam. Umat Islam di Indonesia sudah semakin menyadari bahwa urusan bermuamalah khususnya dalam bidang ekonomi juga ada aturan-aturan serta rambu-rambu yang harus dipatuhi demi keselamatan dunia dan akherat. Maka dalam bermuamalah, umat Islam berusaha menggunakan akad-akad yang diperbolehkan menurut aturan agama Islam. Di antara akad murabahah termasuk paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Akad tersebut banyak digunakanpada perbankan syariah untuk bertransaksi dengan para nasabah. Namun di luar perbankan syariah, masyarakat secara perorangan ada juga yang menerapkan menerapkan akad murabahah walaupun jumlahnya sedikit. Penerapan oleh perbankan syariah maupun masyarakat perorangan harus tetap sesuai dengan yang difatwakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI). Dalam fatwa DSN-MUI sudah dijelaskan mengenai syarat dan rukunnya masing.</p> 2021-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/article/view/101 Omnibus Law Cipta Kerja Dan Perspektif Ekonomi Islam Tentang Tenaga Kerja 2021-01-30T11:51:52+00:00 Siti Solekhah solekhah@stishid.ac.id M. Rizky Kurnia Sah rizki@stishid.ac.id Meliana Kusuma meli23@gmail.com Abdul Hakim hakimi3232@gmail.com <p>Pengesahan RUU Cipta Kerja dinilai cacat cacat materil dan cacat formil sehingga menuai penolakan. Secara khusus pasal yang mengatur tentang tenaga kerja menjadi sorotan karena menghilangkan hak-hak buruh. Diantaranya adalah penghapusan pesangon dan uang santunan. Dalam perspektif ekonomi Islam, pemimpin sebagai pihak yang melayani masyarakat berkewajiban untuk membuat kebijakan maupun regulasi yang sesuai dengan maqashid Syariah. Pemimpin juga terikat untuk melindungi kaum mustad'afin yang terpinggirkan melalui kebijakan kebijakan yang melindungi mereka.</p> 2021-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/article/view/102 Penerapan Etika Bisnis Islam Di Zaman Digital (Studi Pada Bukalapak.com) 2021-01-30T20:22:39+00:00 Muhammad Rusli rusli221@gmai.com Muh Rifki Alisyah eljauzyedogawa@gmail.com <p>Bukalapak adalah penyedia tempat jual beli online yg memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan dengan system keamanan yang terpercaya, yang memberikan jaminan 100% uang kembali kepada pembeli jika barang tidak dikirim oleh pelapak. Permasalahan yang kerap kali terjadi ketika barang yang dipasang pada halaman lapak tidak sesuai dengan deskripsi. Etika bisnis berarti seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit padanya dalam bertransaksi, berperilaku dan berelasi guna mencapai “daratan” atau tujuan-tujuan bisnisnya dengan selamat. Marketplace bukalapak berupaya untuk menjalankan transaksi sesuai dengan etika bisnis yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sikap-sikap seperti jujur, adil, ramah, cakap, senang membantu pelanggan, menjaga hak-hak konsumen, dan tidak menjelekkan bisnis orang lain. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi diakibatkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Yaitu dari pengguna bukalapak yang menggunakannya dengan cara-cara yang tidak dibernarkan</p> 2021-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/article/view/103 Problema Wakaf Di Indonesia 2021-01-30T20:54:04+00:00 Kamariah Kamariah kamariah45d5@gmail.com Sukman sukman443@gmail.com Nirwana Nirwana Nirwana6667@gmail.com <p>Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak di dunia memiliki potensi untuk mengembangkan wakaf yang tujuannya bukan hanya untuk kepentingan umat dalam konteks peribadatan, bahkan bisa menjadi kebijkan fiskal untuk kesejahteraan negara dan bangsa karena sifat wakaf itu sendiri yang memiliki karakteristik tersediri. Namun pengelolaan wakaf sering mendapatkan problema. Mulai dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang tata Kelola wakaf; wakaf yang tidak produktif; penarikan Kembali harta wakaf; juga gugatan dari ahli waris terhadap harta yang telah diwakafkan pewakif.</p> 2021-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam https://e-journal.stishid.ac.id/index.php/ats-tsarwah/article/view/104 Pandangan Terhadap Wakaf Yang Diambilalih Nazhirnya (Studi Kasus Masyarakat Lamaru RT. 17) 2021-01-30T23:28:58+00:00 Herianto herianto22@gmail.com Jumaidil Ilham jumaidil334@gmail.com Muhammad Naufal naufal55@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengambilalihan amanah nazhir wakaf di RT. 17 kelurahan Lamaru oleh<br>sekelompok masyarakat. Pengambilalihan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang tidak lazim, dengan alasan permasalahan khilafiah. Sementara nazhir tersebut amanah terhadap wakaf yang dia kelola. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (filed research) yang bersifat studi kasus, Subyek penelitian ini adalah masyarakat Lamaru RT. 17 Kecamatan Balikpapan Timur. Obyek penelitian ini adalah persepsi masyarakat Lamaru terhadap wakaf yang diambilalih nazhirnya. Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan masyarakat Lamaru terbagi menjadi dua kelompok dalam memahami permasalahan tersebut. Pertama, masyarakat Lamaru yang berpendapat bahwa pengambilalihan fungsi nazhir ini adalah tindakan yang menzalimi nazhir pertama yang tidak sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan sunnah. Kedua, masyarakat Lamaru yang berpendapat bahwa pengambilalihan nazhir oleh sebagian masyarakat Lamaru adalah tindakan yang sangat bijaksana demi mempertahankan kebiasaan</p> 2021-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Ats-Tsarwah: Jurnal Hukum Ekonomi Islam